Pages - Menu

Tampilkan postingan dengan label Design. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Design. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

Tosca Theater Complex


Tosca Theater Complex merupakan sebuah rancangan proyek kompleks teater di Jakarta yang menggabungkan teater berstandar internasional, bioskop berukuran besar dan sebuah toko buku high-end sebagai pusat referensi.
 

     Bangunan teater yang bernama Tosca Batavia Theater memiliki  bentuk yang dinamis sekaligus modern. Exterior bangunan kaya akan konsep organik, dengan motif besi pada kaca yang menyerupai cabang pohon.
     Teater ini memiliki dua ruang teater, ruang teater besar memiliki kapasitas 1600 penonton dan ruang teater kecil yang memiliki kapasitas 400 penonton. Illustrasi diatas menunjukan rancangan teater besar dengan 3 level terpisah.
     Level Ground terdiri atas 1440 kursi yang berada tepat didepan panggung dan bagian sayap. Level dua terdiri atas balkon yang memiliki pagar kaca yang terhubung ke restoran.
    Level dua terletak di sisi teater (sayap kanan dan kiri) dengan tinggi 6 meter dari Level Ground. Untuk level dua tersedia 20 kursi di setiap sisi.
     Kemudian Level terakhir adalah Upper Level dengan kapasitas 40 penonton pada tiap sisi. Upper Level terletak persis diatas Level dua dengan tinggi 9 meter dari Level Ground.
     Selain dua ruang teater ini terdapat juga dua ruang latihan seluas 200 meter persegi yang terletak dibelakang panggung teater besar dan teater kecil.   
Kemudian komplek ini juga memiliki sebuah bioskop bertaraf internasional yaitu SkyLight Cinema House. SkyLight terletak tepat di seberang Tosca Batavia. Desain bangunan bioskop ini terinspirasi dari keindahan landscape pegunungan di Indonesia yang seperti muncul dan bangkit dari permukaan tanah.
     Bioskop ini terdiri atas 1 Teater IMAX dengan kapasitas 350 penonton dan 6 teater dengan kapasitas beragam mulai dari 150 penonton hingga 300 penonton. Selain itu terdapat juga 2 teater VIP dengan kapasitas 20 sofa per teater.

Selain teater dan bioskop, Tosca Theater Complex juga menghadirkan sebuah toko buku sebagai sumber referensi anda. Toko buku setinggi 4 tingkat ini didesain sangat menarik karena bentuk void ditengah facade bangunan  yang menyimbolkan tetesan air. Didalamnya terdapat buku buku yang dapat dijadikan referensi anda. Mulai dari stationery, majalah, hobi, pendidikan dan lain sebagainya disajikan di toko buku Candle. 

Sebagai pelengkap, kompleks ini juga memiliki 2 buah food court yaitu satu terletak di gedung toko buku dan satu lagi terletak di Skylight Cinema House. Restoran eksklusif dengan cita rasa lokal dan internasional terdapat di Tosca Batavia Theater. 

Kamis, 13 Desember 2012

Bola Piala Dunia 2014

 
Inilah dia, official match ball dari Piala Konfederasi 2013 dan Piala Dunia Antarklub 2012 : Adidas Cafusa. Nama bola ini diambil dari nama salah satu mantan pemain Timnas Brazil, Cafu. Desain dari Adidas Cafusa merefleksikan budaya Brazil yang terkenal akan pesta, samba dan sepakbola. 
Hal tersebut dilambangkan dengan warna bola yang vibran dan unik dengan kombinasi warna hijau dan kuning. Konstruksi Adidas Cafusa serupa dengan konstruksi bola Adidas Tango 12 yang digunakan pada pertengahan 2012 lalu. 
Khusus untuk Adidas Cafusa yang dipakai di Jepang dalam kompetisi FIFA Club World Cup 2012, akan dipasang sebuah microchip. Hal itu bertujuan untuk percobaan teknologi garis gawang yang akan diujikan di turnamen ini. Chip tersebut memungkinkan sensor elektromagnetik yang dipasang di sekitar garis gawang mendeteksi bola. Sehingga, jika bola melewati garis gawang secara penuh dan terjadi gol maka akan memicu reaksi yang akan disalurkan ke jam tangan wasit. Jam tangan wasit akan bergetar 0.3 detik seusai terjadi gol dan memberitahu wasit bahwa gol sudah terjadi. Teknologi tersebut diuji coba bersama dengan teknologi hawk-eye di Jepang.
Untuk teknologi ini akan digunakan di Stadion Yokohama sedangkan teknologi hawk-eye akan digunakan di Toyota Stadium. Beberapa pemain Chelsea beranggapan bahwa bola ini terasa berbeda dengan bola lainnya. Menurut salah seorang pemain, bola ini terasa lebih solid dan keras. Hal yang dikhawatirkan adalah pola terbang bola yang aneh sehingga bisa menyulitkan kiper seperti Adidas Jabulani.