Pages - Menu

Senin, 04 Juli 2011

PENCARIAN CINTA sang PLATO (episode I )

Pada suatu waktu, Plato mendatangi gurunya dan bertanya, "Wahai guru, apakah cinta itu?"
Gurunya menjawab, " Kamu lihat ladang gandung yang luas di belakangmu itu? Ambilah Sebatang saja biji gandum yang menurutmu paling indah". "Baiklah" sahut Plato.
Setelah beberapa lama, Plato mendatangi gurunya kembali dengan tidak membawa apa-apa. Lalu gurunya sekarang yang bertanya"Mengapa kau tidak membawa batang gandum yang paling kau sukai itu?". Plato menjawab dengan murung "Tadi aku susuri semua ladang gandum yang luas itu. ketika berada di depan, aku melihat batang gandum yang indah, lalu aku petik. Namun setelah berpikir lagi, jangan-jangan di depan nanti ada yang lebih indah dari ini. Dan aku tinggalkan batang gandum tadi dan berniat memetik yang lebih indah lagi di depan. tapi sesampainya di depan, aku tidak melihat sebatang gandumpun yang lebih indah dari yang tadi aku petik". Gurunya menimpali dengan tersenyum "Itulah cinta".
Aplikasi cerita Plato tentang cerita cinta ini, sesungguhnya bisa menginspirasi anak-anak muda pada masa kini. Banyak diantara kita yang selalu mencoba-coba dan mencari-cari, siapa sebenarnya cinta sejati kita. Siapa sebenarnya seseorang yang akan mengisi hari-hari kita. Siapa sebenarnya cinta yang akan mendampingi hidup kita sampai akhir nanti? :D . Sebenarnya, jawaban-jawaban dari pertanyaan tadi ada pada diri kita sendiri. Apakah kita mampu, sanggup dan bisa menemukan satu cinta dan mempertahankannya sampai titik darah penghabisan?? :D
Tidak usahlah kita berusaha mencari-cari lagi yang (mungkin) menurut kita lebih baik. Perbaiki saja diri sendiri dan pada akhirnya kebaikan itu akan kita tebarkan pada orang-orang disekitar kita, termasuk untuk orang yang kita cintai itu.
Cerita tentang Cinta ini juga bisa "menyadarkan" para Player yang suka berganti-ganti pasangan hanya untuk kesenangannya saja. Pikirkan sendiri keterkaitan antara cerita Plato ini dengan para player itu!
Sumber

Minggu, 03 Juli 2011

Kisah seorang Polisi yang Menilang Sahabatnya sendiri

Dari kejauhan jarak sekitar 50 meter, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Fredi segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Fredi berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Fredi bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
Prit!
Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Fredi menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Ahmad, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Fredi agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai,Ahmad. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai juga, Fred.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”
Tampaknya Ahmad agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
“Mad, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Fredi harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”
Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Fred. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Fredi menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Ahmad menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Ahmad mengetuk kaca jendela. Fredi memandangi wajah Ahmad dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Ahmad kembali ke posnya. Fredi mengambil surat tilang yang diselipkan Ahmad di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Fredi membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Ahmad.
“Halo Fredi, Tahukah kamu Fred, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Fred. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Ahmad)”.
Fredi terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Ahmad. Namun, Ahmad sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan… ….
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

Sabtu, 02 Juli 2011

Mengkonfigurasikan Aturan dari IP Forwarding dan sedikit ttg Firewall

Untuk mengaktifkan IP Masquerade, anda harus memberikan perintah :
iptables -t nat -A POSTROUTING -s yyy.yyy.yyy.yyy./x -j MASQUERADE dengan table seperti diatas.
Untuk lebih jelasnya coba perhatikan contoh dibawah ini :
Anda mempunyai jaringan dengan alamat IP gateway linux 192.168.1.1 dan klien klien 192.168.1.2 s/d 192.168.0.4 dengan netmask 255.255.255.0 , dan anda ingin mengaktifkan IP Masquerading atas alamat alamat ini, maka anda harus mengetikkan perintah :
iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -d 0.0.0.0/0 -j MASQUERADE
Anda mempunyai alamat alamat IP spt diatas tapi anda ingin hanya klien dengan IP bernomer 192.168.1.5 dan 192.168.0.10 saja yang bisa mengakses internet, maka seharusnya anda hanya mengetikkan perintah :
iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.5/32 -d 0.0.0.0/0 -j MASQUERADE
iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.10/32 -d 0.0.0.0/0 -j MASQUERADE
Anda mempunyai alamat alamat IP spt diatas dan anda ingin semua klien bisa mengakses internet, kecuali IP 192.168.1.5 dan 192.168.1.10 saja yang tidak bisa mengakses internet, maka seharusnya anda mengetikkan perintah :
iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE
untuk mengaktifkan masquerading. Baru kemudian kita cegat kedua komputer tersebut dengan perintah :
iptables -I INPUT -s 192.168.1.5/32 -d 0/0 -j DROP
iptables -I INPUT -s 192.168.1.10/32 -d 0/0 -j DROP
Administrasi fasilitas fasilitas tertentu
Kita bisa juga melakukan pencegatan terhadap paket paket yang akan masuk ke port tertentu, hal ini juga memungkinkan kita untuk mematikan atau menghidupkan beberapa fasilitas internet, misalnya anda ingin klien anda dengan alamat 192.168.1.5 tidak diperbolehkan untuk melakukan chatting, maka kita bisa men-deny, paket paket dari klien 192.168.1.5 yang akan menuju ke port IRC (contoh port nomer 6667).
Dibawah ini contoh untuk mencegat paket TCP dari klien dengan alamat 192.168.1.5 yang menuju ke port 6667 :
iptables -I INPUT -p tcp -s 192.168.1.5/32 -d 0/0 –destination-port 6667 -j DROP
Untuk membuka atau menghapus aturan aturan yang telah kita buat kita bisa mengganti option -I , -A dsb, misalnya dengan option -D sebagai contoh:
iptables -I INPUT -p tcp -s 192.168.1.5/32 -d 0/0 –destination-port 6667 -j DROP
dapat dihapus dengan perintah :
iptables -D INPUT -p tcp -s 192.168.1.5/32 -d 0/0 –destination-port 6667 -j DROP
Catatan option option iptables yg digunakan diatas
-A menambahkan rule
-I menyisipkan (insert) rule firewall ke baris paling atas
-D menghapus rule yg telah dibuat
-s source address
-d destination address
DROP Pada iptables tidak dikenal target DENY, sebagai pengganti menggunakan target DROP
Source : http://www.ghaza.li/