Pages - Menu

Rabu, 09 November 2011

Misteri beringin kembar alun-alun selatan Jogjakarta

Masangin atau masuk di antara dua beringin adalah permainan unik yang hanya digelar di Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta, dan selalu dilakukan pada malam hari. Cara permainan ini terlihat sepele. Seseorang dengan ditutup matanya berjalan dari pinggir utara Alun-alun Selatan.
Orang tersebut kemudian berjalan kea rah selatan dan harus bisa lewat antara dua Beringin kurung yang terletak di tengah-tengah alun-alun tersebut. Jika berhasil melewati dua beringin itu, seseorang dinyatakan berhasil. Sebaliknya, dia dinyatakan gagal jika jalannya melenceng dari arah yang ditentukan.

Sekali lagi, permainan ini terlihat sepele dan mudah, apalagi jarak antara dua beringin kurung cukup luas yakni sekitar 15 meter. Tetapi, dalam pratiknya banyak yang gagal melakukannya. Banyak yang jalannya melenceng jauh dari dua beringin. Ada yang hanya berputar-putar tanpa arah yang jelas. Bahkan ada yang justru berbalikarah menuju titik awal dia berjalan.
 
Pada saat-saat tertentu ada panitia yang mengkoordinir acara ini. Tentu saja ada hadiah yang menarik bagi yang berhasil menang. Tetapi, jika tidak ada yang mengkoordinir, orang bisa mencoba sendiri tentu dengan pengawasan orang lain. Jika tidak membawa alat penutup mata, di tempat ini juga ada orang yang menyewakan dengan harga murah.
Selain bisa bermain, banyak hal yang bisa dilakukan di Alun-alun Selatan. Pada sore har, orang bisa merasakan naik bendi yang ditarik kuda poni berkeliling Alun-alun. Atau juga bisa naik gajah milik keraton Yogyakarta. Malam harinya, orang bisa duduk santai sambil minum wedang jahe dan makan jagung bakar.

Selasa, 08 November 2011

Teruntuk Saudariku…. Wanita muslimah!! (Sebuah Renungan Nasehat, Agar Engkau Menjadi Wanita Tercantik)

Saudariku….
Kepada calon- calon bidadari penghuni syurga, 
Wahai calon- calon istri shaleha kebanggaan Islam, 
Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga bunga iman….
Mari sejenak menyelami samudera hikmah dan kebijaksanaan….meneguk sejuknya untaian nasehat-nasehat yang akan menghilangkan dahaga iman.Semoga sedikit nasehat ini, bagai oase ditengah ganasnya gurun pasir kehidupan………….yang bersumber dari Al-Qu’an dan Sunnah, serta lisan-lisan yang jujur….
***********
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)
“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,”(Qs. An-Nuur: 31)
Saudariku….
Wanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya. Begitu indah, begitu berkilau dan menentramkan…
 Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…Namun tentunya…tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya…. hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…yang dapat memetiknya…meraih pesonanya…
Wanita muslimah adalah ibarat permata yang sangat berharga.  Dan islam menyuruh memperlakukan wanita sepeti permata yang sangat berharga.Yaitu permata yang tidak boleh disentuh oleh siapapun selain pemiliknya. Seandainya permata-permata itu berpindah tangan, niscaya ia akan kehilangan nilainya

Saudariku,
Muslimah Sejati, adalah mereka yang pandangan matanya selalu menunduk dan mampu Menundukan mata mata lelaki yang mencoba menaklukannya.
Saudariku..
Tidak semua wanita berjilbab itu soleha, tapi wanita soleha itu pasti berjilbab . jika hidup ini pilihan pilihan, kenapa hanya sedikit wanita yg memilih untuk menjadi wanita sholehah yang hidupnya dikagumi dunia dan di nanti syurga?Jika Allah ta’ala menjadikan Islam itu mudah.Bukan berarti hal Wajib bisa menjadi Sunnah. Dan jika, Berjilbab itu wajib,. Bukan berarti wanita bisa seenaknya pamer aurat dan mengatakan aku belum siap. Wajib tetap harus dilaksanakan dan dosa tetap ditulis. Dan ini Ketetapan Allah.
Saudariku…….
Tidaklah sama antara wanita mukminah dan wanita kafir.Wanita mukminah adalah perempuan yang beriman, berderma,berpuasa, memakai hijab.Takut pada Tuhannya, ramah terhadap tetangganya, taat pada suaminya dan sayang pada anak-anaknya.Dia mendapatkan pahala yang besar, ketentraman, dan keridaan.Sedangkan perempuan kafir, suka memamerkan kecantikannya, jahiliah, naïf,suka memamerkan pakaiannya bagai barang dagangan, komoditi murahan yang dijajakan di banyak tempat, tidak bernilai sama sekali, tanpa kehormatan, tanpa kemuliaan dan kehilangan religiusitas.
Wahai Saudariku,…… agar engkau menjadi wanita terelok di dunia
Engkau dengan segala yang engkau miliki lebih baik dari jutaan wanita lain. Dengan Kecantikanmu, engkau lebih elok daripada matahari.Dengan akhlakmu, engkau lebih wangi daripada harum minyak misk.Dengan rendah hatimu, engkau lebih tinggi daripada rembulan.Dan dengan kelembutanmu, engkau lebih halus daripada rintik hujan.Maka jagalah kecantikanmu dengan keimanan, kerelaanmu dengan puas diri, dan harga dirimu dengan jilbab.Hingga engkau menjadi wanita terelok di dunia.
Ketahuilah bahwa perhiasanmu bukanlah emas atau perak,tetapi dua rakaat menjelang subuh ,dahagamu ditengah hari yang panas karena puasa, dermamu yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh Allah, air mata taubat dan sujudmu dikeheningan malam. Emasmu adalah agamamu,perhiasanmu adalah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.Pakailah pakaian takwa, niscaya engkau akan menjadi wanita tercantik didunia.

Saudariku..  Jadilah engkau seperti kupu-kupu,
Jadilah engkau seperti kupu-kupu, ringan perawakan, indah dipandang, sedikit bergantung kepada yang lain, terbang dari satu bunga ke bunga lain, dari satu taman ke taman lain. Lihatlah… dia tidak mengeluh atas hidupnya yang sebentar, tapi dalam hidupnya yang begitu singkat dia telah menebarkan keindahan dan membuat orang yang melihatnya senang. Atau jadilah engkau seperti lebah yang selalu makan sesuatu yang baik dan mengeluarkan yang baik pula, jika ia hinggap diatas tangkai tidak mematahkan, menyentuh nektar tapi tidak merusaknya, mengeluarkan madu,terbang dengan rasa cinta dan hinggap dengan tali kasih. Itulah ibarat wanita yang lembut, perempuan sejati, yang kehadiran dan kedatangannya membawa keindahan dan sejuta manfaat, tidak ada yang tersakiti orang lain melalui perbuatan maupun lisannya.
Saudariku,
Semoga engkau menjadi permata yang berkilauan. Yang tidak mudah disentuh kecuali oleh yang berhak. Yang menyadari kemuliannya. Yang menundukkan pandangannya, memelihara auratnya. Yang teguh menjaga kehormatan dan kesuciannya.

Saudariku….Karena tampilan fisik bukanlah segalanya.
Ibnu Qoyyim dalam bukunya ‘taman orang-orang jatuh cinta & memendam rindu menulis bahwa “Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikata penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya (wanita) yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali. Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih elok rupanya  memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui nilai keelokan (wanita) yang lain. Meski begitu, tidak ada kendala apa-apa dalam hatinya. Karena kecocokan akhlaq merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segalanya. Memang bisa saja cinta tubuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap, dengan lenyapnya sebab.’
Kalau bahasa ringkasnya mas fauzil, ‘kecantikan wajah terletak di nomor kesekian. Jauh lebih penting dari kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang.’
Dalam sebuah hadist Rasullullah mengatakan..nikahilah seorang wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shalehah meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama.”
Wanita yang (akhlaknya) buruk adalah untuk laki-laki yang (akhlaknya) buruk, dan laki-laki yang (akhlaknya) buruk untuk wanita yang (akhlaknya) buruk pula. Wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang baik-baik pula. (An-Nur 26).
Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.
Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.
Saudariku… Wanita sholeha adalah Bidadari Dunia
Allah telah dengan begitu Indahnya mengibaratkan, bahwa salah satu cirri bidadari adalah tidak pernah disentuh, kesuciannya terjaga dan sopan.Wanita shaliha bukan hanya mereka yang berwajah cantik namun juga wanita yang kecantikannya terpancar dari aura hatinya, matanya terjaga dari hal hal yang diharamkan syariat, pandangannya menyejukan mata sang suami, tidak pernah membantah suami yang menuntunnya menapaki jejak jejak Assunnah dan patuh terhadap Al Qur’an. Menjadi penyemangat dikala suami kalah dan lelah, Berdiri tegak mendampingi suami dalam masa masa sulit, berada disisinya disetiap suasana. Menjadi penghibur dikala gelisah, dan menjadi Alarm dikala lelapnya fajar membuai, mengingatkan suami tercinta dengan percikan air Wudhu di wajahnya.Sungguh Kebahagiaan Memiliki wanita salihah, Hingga manusia menggambarkannya sebagai bidadari. 

Wahai saudariku………..Sambutlah salam dan penghormatan…..
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang mendirikan shalat dan berpuasa dengan patuh dan penuh kosentrasi.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang memakai hijab karena rasa malu dan untuk menjaga kehormatan dan keteguhan hati.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu belajar dan menelaah dengan penuh kesadaran dan kelurusan hati.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu menepati janji, dipercaya, dan jujur.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu bersabar, mawas diri, dan bertobat.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu berdzikir, bersyukur              dan berdoa.
Selamat dan  salut buat saudariku……….yang menjadikan Asiyah, Maryam, Khadijah dan Aisyah sebagai panutannya.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang melahirkan dan mendidik para pahlawan, dan mencetak laki-laki yang terhormat.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu takut dan menjauhi apa-apa yang diharamkan oleh Allah.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang sabar untuk menanti datangnya pedamping hati, yang selalu memperbaiki diri, dan selalu menjaga kehormatan diri dan kemuliaaannya.

Wahai saudariku……Ya untuk segala keutamaanmu……………..
Ya….untuk senyum indahmu yang membangkitkan cinta dan memberikan kasih sayang pada orang lain.
Ya….untuk kata-kata baikmu yang membangun persahabatan dan menjauhkan rasa dengki.
Ya….untuk derma yang membahagiakan si miskin, menyenangkan orang fakir, dan mengenyangkan perut yang lapar.
Ya….untuk tadarus Al-Qur’anmu, merenungi dan memahami kandungannya serta mengamalkannya dalam kehidupanmu sehari-hari.
Ya….untukmu yang mendidik anak-anakmu dengan agama, mengajarkan sunnah Nabimu dan memberi petunjuk tentang apa-apa yang bermanfaat bagi mereka.

Selasa, 01 November 2011

Benarkah Isa itu Tuhan?

Keyakinan Isa adalah Tuhan (anak Tuhan) menjadi peyebab utama perbedaan Islam dengan Kristen. Perbedaanya sangat bertolak belakang, yakni 180 derajat. Demikian juga Yahudi meyakini Uzair anak Tuhan. Seperti itu juga yang terjadi dengan kaum Musyirikin yang menyekutukan Allah dengan berbagai berhala yang direka-reka oleh nenek moyang mereka.


Islam hanya mengenal dan mengakui konsep Tauhid, yakni mengesakan Allah. Dan Allah bersih dari klaim berbagai tuhan yang mendampingi-Nya, baik dalam bentuk rububiyyah (penciptaan), uluhiyyah/ ubudiyyah (ketaatan pada sistem) maupun asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat-Nya.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

Katakanlah:“Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (1) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3)dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4)

Tentang keyakinan orang Yahudi dan Nasrani tersebut Allah membantahnya bahwa yang demikian itu tidak lebih dari ucapan kosong belaka yang tidak dapat dibuktikan secara faktual. Sebuah keyakinan yang diyakini turun temurun begitu saja tanpa dapat dicerna oleh akal sehat dan fitrah yang bersih. Sebuah keyakinan yang didasari ikut-ikutan pada orang-orang kafir sebelum mereka yang tidak berpegang pada wahyu Allah. Allah berfirman :

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikian itu hanya ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka, bagaimana mereka sampai berpaling (dari ajaran Tauhid)?


Keyakinan dan presepsi yang diyakini turun temurun itu semakin mapan dan parah akibat mereka mengagumi dan mengkultuskan para tokoh agama (ulama) mereka (Ahbar dan Ruhban), sehingga menjadi berhala-berhala dan syuyukh dholal wa mudhillin (tokoh-tokoh sesat dan menyesatkan) yang disembah (lihat tulisan : Berhala Abad 21/ Nasehat Ulama). Penyebabnya tak lain adalah, para tokoh agama itu tidak mau komitmen penuh dengan wahyu apa adanya, atau dengan bahasa sekarang “kehilangan trust” terhadap wahyu Allah, Taurat dan Injil. Allah menjelaskan dalam surat At-taubah ayat 31 :

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Ketika masyarakat bodoh dan tidak mau menuntut ilmu sehingga pemahaman agama hanya berdasarkan presepsi dan dugaan belaka, maka para tokoh-tokoh agama itu dengan mudah mengelabui mereka dan mengarang-ngarang wahyu seakan datang dari Allah, padahal hasil tulisan mereka sendiri. Allah membongkar kejahatan para tokoh agama itu dalam firman-Nya surat Al-baqarah : 77 – 79) :

أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (77) وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ (78) فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ

لْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ (79)

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? (77) Dan diantara mereka ada yang ummiyyun (buta huruf), tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga (78) Maka neraka wail-lah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.(79).

Prilaku pemuka agama Nasrani dan Yahudi itu semakin aneh dan tak masuk akal, sampai-sampai mereka menjelaskan pada umat bahwa mereka tidak akan masuk neraka kecuali hanya beberapa hari saja. Mereka begitu berani dan nekatnya demi meyakinkan para pengikut dan umat terhadap ajaran agama yang kebanyakannya mereka karang sendiri. Allah menjelaskan dalam surat Al-baqarah ayat 80 – 81 :


وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (80) بَلَى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (81)

Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”(80) (Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah dibalut oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(81).

Berbagai klaim pemuka agama yahudi dan Nasrani mampu meyihir umat mereka sehingga mereka percaya begitu saja tanpa mau merujuk kepada Taurat dan Injil yang sesungguhnya. Saat umat mereka tidak mau bersusah payah menghidupkan tradisi ilmu dan lebih memilih berfikir instan dan mengandalkan nasib pemahaman agama kepada para pemuka agama sambil meninggalkan Kitabullah, di saat itulah para pemuka agama tersebut dengan leluasa mengarang ajaran agama sesuai syahwat dan persepsi mereka belaka. Mereka berani mengklaim bukan hanya Uzair dan Isa saja anak Allah, akan tetapi mereka (Yahudi dan Nasrani) itu juga anak Allah. Allah menjelaskan dalam surat Al-Maidah ayat 18 – 19 :

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ (18) يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَى فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (19)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan:“Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (18) Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami (Muhammad Saw), menjelaskan (syari’at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: “Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.” Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(19)


Begitulah prilaku para pemuka agama di kalangan Yahudi dan Nasrani. Mereka sangat leluasa mengarang ajaran agama dengan cara; mencampur adukkan al-haq (kebenaran) dengan al-bathil (kebatilan), menyembunyikan al-haq (QS.2 : 42 dan 3 : 71), menyimpangkan ayat dari pengertian yang sebenarnya (QS.4 : 46 dan 5 : 13 dan 41), pandai menyuruh umat berbuat baik, namun diri mereka melupakannya (QS. 2 : 44) dan lain sebagainya.

Al-Qur’an sebagai Kitab Allah yang terakhir diturunkan untuk umat manusia, tentunya mencakup kaum Ahlil Kitab (Yahudi dan Nasrani), membongkar motivasi para tokoh agama Yahudi dan Nasrani berbuat senekat itu. Motivasi utamanya ternyata adalah kepentingan dunia berupa harta dan menumpuk tabungan (uang). Allah memperingatkan umat Nabi Muhammad agar para tokoh agamanya (ulamanya) tidak berprilaku seperti itu, seperti yang dijelasakan dalam surat Attaubah ayat 34 -35

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (34) يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ (35)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,(34) pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”(35)

Sebuah fenomena yang menarik dan aneh bahwa berbagai ajaran menyimpang yang dikembangkan para pemuka agama Yahudi dan Nasrani tersebut telah membentuk karakter bangsa Yahudi dan Nasrani menjadi bangsa yang suka mengingkari janji, kafir pada ayat-ayat Allah, termasuk pada Al-Qur’an, membunuh para Nabi, sikap keras kepala, menuduh Maryam dengan tuduhan palsu, mengkalim berhasil membunuh Isa, berbuat berbagai kezaliman di muka bumi, menghalangi manusia dari jalan Allah, suka makan riba dan memakan harta manusia dengan jalan yang bathil, kecuali mereka yang mendalam ilmumnya tetang Taurat dan Injil seperti Waraqah Bin Naufal dan sebagainya. (QS. 4 : 155 – 162)

Membunuh para Nabi dan memerangi mereka, termasuk Nabi Muhammad dan para pengikutnya, tentulah perbuatan yang amat tercela dan bahkan merupakan tindakan terorisme yang tidak dibenarkan sama sekali oleh Allah Ta’ala. Sikap itu pula yang sekarang dipertontonkan oleh kaum yahudi di Palestina dan Nasrani di Irak dan Afghanistan. Sebab itu, tidak heran jika mereka selalu melancarkan serangan dan peperangan terhadap umat Nabi Muhammad sepanjang masa. Para Nabi saja mereka perangi dan bunuh, apalagi umat Nabi Muhammad Saw? Allah menjelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 120 :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.


Memperhatikan prilaku dan ajaran kaum Ahlul Kitab yang sangat menyimpang itu, termasuk umat Nasrani sepanjang masa, khususnya terkait tentang ketuhanan, ibadah, mu’amalah dan sebagainya timbul beberapa pertanyaan mendasar : Apa benar yang demikian itu ajaran tuhan Isa? Kalau benar, apakah pantas Isa menjadi tuhan yang penuh kebencian dan kebengisan? Mana kasih sayang yang dikalim itu? Kok Tuhan malah dibunuh? Dan banyak lagi pertanyaan lain yang mendasar.

Sesungguhnya Isa tidak pantas jadi tuhan hanya karena ia lahir tanpa bapak. Kalau Isa lahir tanpa bapak sudah pantas jadi tuhan, maka Adam lebih berhak jadi tuhan karena lahir tanpa ibu dan bapak seperti yang dijelaskan Allah dalam surat Ali Imran, ayat 59 :

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah sama seperti Adam. Dia menciptakannya (Adam) dari tanah, kemudian Dia berkata padanya : jadilah! Maka jadilah ia.

Jadi, kalau Isa bukan tuhan dan dia hanyalah seorang Nabi sebagaimana nabi-nabi Allah yang lain, termasuk nabi terakhir Muhammad Saw. timbul pertanyaan : Ajaran trinitas yang menyekutukan Allah itu ajaran siapa sebenarnya? Apakah ajarn Isa, atau hanya rekaan para tokoh agama saja? Allah menjawabnya dalam surat Al-maidah ayat 116 – 188 berikut :

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (116) مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (117) إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (118)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”(116) Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.(117) Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(118).


Berdasarkan analisah di atas, kita dapat menyimpulan bahwa Isa itu bukan tuhan. Dia adalah salah seorang Nabi Allah yang membawa ajaran Tauhid, sama dengan ajaran tauhid Nabi Muhammad Saw, yang sama-sama meneruskan ajaran Tauhid bapak/moyang mereka Ibrahim alaihissalam.

Kalau demikian halnya, agama Islam dan Kristen (Nasrani) – termasuk juga Yahudi dan musyrikin lainya – tidaklah sama. Islam berdasarkan Tauhid, sedangkan agama yang lainnya berdasarkan syirik. Maka, hati-hatilah wahai kaum Muslimin dalam menerima undangan menyambut tahun baru dan hari natal… Wallahul Muwaffiq wal Hadi ila sawa-issabiil